Peran Penting Psikologi Forensik Dalam Proses Hukum

Peran Penting Psikologi Forensik

Selama ini kita hanya mengetahui bahwa tim forensik merupakan tim medis yang berfungsi untuk meneliti mayat. Ternyata selain itu ada yang namanya Psikologi Forensik yang juga berperan penting untuk mengusut kasus hukum.

9 Peran Forensik Dalam Proses Hukum di Sisi Psikologi

Di dalam proses hukum ada banyak faktor yang perlu untuk diperhatikan selain dari hukum itu sendiri yaitu psikologi korban dan pelaku. Ada efek yang ditimbulkan yang memberikan dampak pada psikologi korban dan pelaku. Berikut ini 9 peran psikologi forensik dalam proses hukum :

  1. Mengetahui Kondisi Kejiwaan

Menganalisa suatu kebohongan adalah pekerjaan yang sangat sulit dan membutuhkan seseorang yang mampu menilai secara objektif, sehingga sebuah kebohongan bisa terungkap. Kebohongan sering dilakukan oleh para pelaku kejahatan, yaitu kebohongan kondisi kesehatan psikis. Banyak yang berpura-pura gila agar terhindar dari proses hukum. Di situlah peran penting psikologis.

  1. Melakukan Pendekatan Psikis

Pendekatan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya mengenai runtutan kejadian kasus dari pelaku. Hal ini sangat sulit mengingat pelaku biasanya akan berbohong untuk menghindari proses hukum atau setidaknya mengurangi masa hukuman. Di sinilah peran ahli psikologi dalam membantu proses hukum.

  1. Penasehat Dalam Penyidikan

Dalam menyelidiki sebuah kasus perlu adanya penasehat atau seseorang yang dapat diminta pertimbangannya mengenai suatu kasus. Biasanya seorang penasehat dapat memberikan saran yang tepat sesuai dengan kemampuan yang dia gunakan.

  1. Menganalisa Kejanggalan

Kejanggalan harus dapat ditemukan, karena jika tidak ditemukan akan salah dalam menjatuhi hukuman.

  1. Menemukan Motif

Dengan sebuah motif dapat memperberat hukuman atau meringankan hukuman. Karena itu penting bagi penegak hukum akan adanya kebenaran sebuah motif tindakan kriminal. Setiap motif memiliki standar hukuman tersendiri yang sudah di atur dalam undang-undang.

  1. Memberikan Maintenance

Maintenance psikis diberikan karena setiap pelaku pasti sedang mengalami masalah psikis yang sifatnya hanya sementara. Karena itulah pentingnya pendampingan psikis pada pelaku. Seringkali gangguan ini muncul karena tekanan baik dari dalam maupun dari luar.

  1. Menilai Kasus

Jika semua hal sudah dianalisa dan diteliti dengan baik kini saatnya untuk menentukan atau menilai apakah kasus ini harus dilanjutkan atau tidak. Biasanya akan banyak pembohong jika sudah terjerat kasus hukum di persidangan. Kebanyakan mereka akan berpura-pura gila agar penilaian kasusnya tidak tepat.

  1. Saksi Ahli

Ahli psikologi seringkali ikut dalam proses hukum sebagai saksi ahli. Saksi ahli bertugas menjelaskan dan menggali informasi secara objektif dari pelaku untuk dipaparkan di persidangan. Peran saksi ahli dalam hal psikologi forensik sudah terlatih dan tidak akan meleset. Membohongi hakim juri adalah hal yang sering dilakukan pelaku pidana untuk mendapatkan keringanan hukuman. Hal mengenai perasaan seperti sakit atau nyeri sulit untuk diukur secara objektif.

  1. Menolak Proses Psikologi

Proses pendampingan psikologi dapat diberikan atau ditolak tergantung dari hasil analisa psikologi pelaku. Jika terbukti pelaku berbohong jika dirinya gila, maka hukuman tetap akan diberikan. Namun jika pelaku terbukti benar-benar gila, maka pendampingan diperlukan. Pada jaman ini sudah banyak para pelaku pidana yang menggunakan trik ini agar terbebas dari jeratan hukum.

Itulah tadi informasi mengenai psikologi forensik dan perannya dalam proses hukum. Setiap hal yang ada kaitannya dengan kebohongan atau kepalsuan akan terungkap oleh staff ahli psikologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *