Fakta Psikologi Tentang Cinta

memeluk pasangan bisa meredakan stres secara instan

Cinta memang perasaan indah yang penuh dengan misteri. Seseorang yang benci tiba-tiba bisa menjadi cinta. Begitu juga sebaliknya. Rasa cinta juga bisa membuat seseorang lupa segalanya hingga ada istilah “cinta itu buta”. Ternyata ada banyak sekali fakta psikologi tentang cinta yang wajib Kamu ketahui. Apa saja fakta menarik tersebut? Perhatikan penjelasan berikut ini.

Fakta-Fakta Psikologi Tentang Rasa Cinta

  1. Memeluk pasangan bisa menjadi obat stres instan

Menurut studi yang dilakukan para psikiater di University of North Carolina, saat pasangan berpelukan mereka akan mengalami peningkatan oksitosin. Oksitosin merupakan hormon yang bertugas untuk menurunkan tingkat stres seseorang dan juga memperbaiki suasana hati. Inilah sebabnya, pasangan suami istri harus sering berpelukan untuk meredam rasa stres dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

  1. Adiktif jatuh cinta sama dengan nikotin dan kokain

Ketika menggunakan kokain dan nikotin, tubuh akan melepaskan dopamin yang menimbulkan rasa bahagia. Itulah sebabnya saat menggunakannya, banyak orang yang ketagihan dan sulit untuk berhenti. Ada fakta menarik yang mengatakan bahwa jatuh cinta memiliki efek yang sama dengan zat-zat tersebut dan akan membuat seseorang merasa bahagia dan seperti ketagihan.

  1. LDR dapat memperkuat hubungan

LDR atau Long Distance Relationship merupakan hubungan yang harus dijalani sepasang kekasih dengan terpisahkan jarak. Meskipun terpisah jarak dan kemungkinan gangguan dalam hubungan lebih besar, nyatanya jika pasangan sudah bisa melewatinya, hubungan mereka justru akan jauh lebih kuat. Hal ini muncul karena rasa percaya antara satu sama lain.

  1. Hubungan dapat membentuk kepribadian

Cinta memang sesuatu yang sangat ajaib karena bisa mengubah kepribadian seseorang. Orang yang dulunya sering merasa pesimis dapat berubah menjadi lebih baik ketika merasakan cinta dalam hidup. Bahkan, tidak sedikit orang yang menemukan cinta sejatinya di saat berada pada titik terendah dalam hidup dan kepribadiannya berubah secara signifikan menjadi lebih baik.

  1. Mencintai dapat menyehatkan hati

Jangan pernah takut untuk mencintai karena ini bisa membuat hati menjadi lebih sehat. Cinta adalah perasaan yang positif dan akan memicu hal-hal baik lainnya. Orang akan lebih bahagia menjalani hidup ketika merasakan dan memberikan cinta. Bahkan, menurut analisis yang dilakukan American College of Cardiology, seseorang yang menikah hingga memasuki usia 50 tahun mempunyai kemungkinan hingga 12 persen lebih kecil mengalami penyakit vaskular daripada orang yang lajang.

  1. Lelaki lebih mudah mencintai daripada wanita

Meskipun terkenal kuat dalam pikiran dan logikanya, nyatanya lelaki justru lebih mudah merasa jatuh cinta daripada wanita. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang terdapat pada The Journal of Social Psychology. Walaupun alasannya masih belum ditemukan secara pasti, namun hal tersebut dimungkinkan karena wanita lebih berhati-hati dalam memilih pasangan sehingga tidak mudah jatuh cinta.

  1. Orang tertarik dengan yang memiliki kesamaan

Pernahkah Kamu merasa bahwa banyak pasangan yang memiliki kesamaan, baik itu secara fisik maupun hobi? Ternyata hal itu ada alasannya. Seseorang memang cenderung lebih mudah untuk menyukai orang lain yang memiliki kemiripan dengannya. Tidak hanya dalam percintaan, dalam hubungan lain seperti pertemanan hal ini juga berlaku.

Jadi, ternyata cinta memiliki fakta-fakta menarik yang kadang tidak bisa dijelaskan secara logika. Namun, karena hal tersebut adalah hal positif, tidak ada salahnya jika kita menikmatinya dengan senang hati. Lagipula, dengan cinta, hidup akan menjadi lebih berharga dan bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *